GenRe Anti TRIAD KRR
GenRe
Anti TRIAD KRR
Widianti Dommi
Apalagi ungkapan yang
layak bagi sebuah negeri yang hidup dalam kenyataan yang suram. Apa itu negeri
? Sebagian masyarakat menyatakan bahwa negeri adalah tempat atau wilayah,
tetapi masyarakat lainnya menyatakan bahwa negeri adalah sebuah perjalanan
hidup yang bersejarah. Sangat jelas bahwa dari pernyataan ini akan menimbulkan
perilaku yang berbeda terutama dalam “Konsekuensi”. Masyarakat yang menyatakan
negeri hanya sekedar sebuah tempat akan cenderung mencari atau menjalani hidupnya
tanpa memikirkan konsekuensi. Namun, bagi masyarakat yang menyatakan negeri sebagai
sebuah perjalanan hidup yang bersejarah akan menjalani hidup dengan rasa
menghargai akan martabat negeri ini.
Darimana dan bagaimana
negeri ini berdiri, semua jelas bergantung pada mereka “Generasi Berencana“.
Generasi berencana adalah setiap jiwa yang punya komitmen untuk membangun negeri
pada hari depan. Tapi, dengan apa komitmen itu dinyatakan? jawabannya hanya
satu yakni tanggung jawab. Sejalan dengan tanggung jawab, banyak noda yang
meruntuhkan tanggung jawab itu sendiri. TRIAD KRR (Narkoba, Seksualitas, dan
HIV/AIDS ) merupakan satu tantangan yang tidak dapat dipungkiri telah meracuni
komitmen setiap jiwa yang bertanggung jawab. 27 juli 2017, Badan Narkotika
Nasional (BNN) memusnahkan 1.266,5 gram sabu di halaman parkir gedung BNN
pusat. Teridentifikasi bahwa sabu ini dikonsumsi oleh anak usia 14 tahun ke
atas. Contoh ini merupakan bukti bahwa telah banyak jiwa yang teracuni. Sama
halnya dengan Seksualitas dan HIV/AIDS, yang merupakan racun tak kalah
dahsyatnya karena menghancurkan jiwa juga masa depan.
Jika ada kisah Siti
Nurbaya, yang dipaksa menikah di usia muda, apa judul yang baik bagi negeri ini
yang pasti akan menjadi cerita di masa yang akan datang. Negeri dimana
pemudanya menikah di usia muda karena masalah Seksualitas. Pada umumnya, usia
perkawinan yang ideal menurut BKKBN ialah 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun
bagi pria karena secara biologis dan psikologis usia tersebut dianggap paling
baik untuk berumah tangga. Banyak persoalan yang timbul akibat pernikahan dini.
Putus sekolah, gangguan psikologis, hingga kerusakan organ reproduksi merupakan
akibat dari pernikahan dini.
Bagaimana ini semua dapat
terjadi? Yang pasti ini semua terjadi karena tidak dapat mengendalikan diri.
Namun, mengapa tidak dapat mengendalikan diri? Ini merupakan pertanyaan yang
lazim dan harus diidentifikasi bagi setiap orang. Ada dua faktor yang
menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan diri, yakni faktor dari dalam
dan faktor dari luar. Faktor dari dalam, paling intim ialah keluarga. Jika ayah
atau ibu seorang pemabuk, potensi besar juga akan melahirkan anak yang pemabuk.
Sama halnya jika anak dalam usia produktif kurang atau bahkan tidak mendapat
perhatian dari orang tua, potensi menjurus pada keterlibatan anak terhadap
TRIAD KRR akan cenderung lebih besar. Itulah mengapa keluarga sangat penting
bagi seorang anak usia produktif, karena jika hal ini tidak terpenuhi anak akan
cenderung mencari wadah lain untuk mengekspresikan diri.
Lingkungan merupakan
salah satu faktor luar yang juga sangat mempengaruhi. Seorang anak pada usia
belajar akan diperkenalkan dengan komunitas baru. Itulah sebabnya, setiap
komunitas akan membawa dampak dan pengaruh bagi setiap orang. Banyak solusi
yang dikembangkan melalui berbagai wadah untuk mencegah dan memberantas masalah TRIAD KRR bagi generasi berencana di negeri ini. Keberadaan
ekstrakulikuler di sekolah (PIK-R/M, Pramuka, PMR, Paskibraka, dll) yang mengarah pada pembentukan karakter juga
didukung oleh lembaga-lembaga rehabilitasi bagi korban TRIAD KRR.
Oleh sebab itu, peran
orang tua, lembaga pemerintahan, dan pihak terkait lainnya harus berusaha
mengoptimalkan kehidupan Generasi Berencana yang bersih tanpa TRIAD KRR. Penegasan untuk pendisiplinan juga sangat
penting bagi pengguna khususnya pengedar narkoba agar memberikan efek jera bagi
para pelaku dan contoh untuk generasi lainnya untuk tidak terlibat. Negeri ini butuh “Generasi Berencana“ yang
sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia agar tergapailah semua cita-cita
bangsa yang sangat jelas dalam UUD 1945 dan Pancasila. Mari bersama benahi negeri ini yang mulai
kering kerontang akan tanggung jawab dan sarat akan kebobrokan, say no to drugs, say no to free sex, and say
no to HIV/AIDS . Kualitas negeri ini
harus sebanding dengan kuantitasnya, itulah tugas bagi generasi penerus bangsa
untuk menjadi generasi berencana yang bermanfaat terutama dalam memerangi TRIAD
KRR. Salam GenRe!

Komentar
Posting Komentar